BIDAN PENDIDIK ASAL NUNUKAN BERHASIL SITA PERHATIAN PETINGGI PERTAMINA

BIDAN PENDIDIK ASAL NUNUKAN BERHASIL SITA PERHATIAN PETINGGI PERTAMINA

Suraidah, SKM, M.NSc hari ini menjadi magnet pada acara talkshow inspiratif yang digelar PTM Pertamina EP. Talkshow ini sendiri merupakan salah satu dari rangkaian acara peringatan HUT PT. Pertamina EP ke 12 yang jatuh pada tanggal 13 September. Suraidah adalan mantan PNS Dosen yang memilih pensiun dini untuk memberikan pengabdian pada dunia pendidikan di perbatasan Indonesia-Malaysia di pulau Sebatik. Suraidah rela turun “pangkat” dan turun “jabatan” untuk mengajar anak-anak TKI dan anak-anak perbatasan mulai dari PAUD, MI, MD, KF dan program kesetaraan serta desa vokasi yang fokus pada industri rumah tangga pengolahan makanan berbahan baku pisang.

Suraidah menceritakan bagaimana proses hijrahnya sehingga “terdampar” di pulau Sebatik. Ibu satu anak yang akrab dipanggil ibu Bidan atau Ummi Suraidah tersebut menceritakan bahwa di pulau tersebut, dia menemukan anak-anak TKI yang putus sekolah dan bahkan tidak pernah sekolah sama sekali. Dipaparkan Suraidah bahwa ada beberapa faktor yang menjadi alasan mereka putus dan tidak bersekolah, di antaranya karena tidak punya identitas kependudukan, rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan dan perjalanan panjang melintas batas negara yang harus mereka lewati setiap harinya yang penuh resiko.

Atas bantuan berbagai pihak, khususnya Pemerintah Daerah dan Yayasan Dompet Dhuafa, dirinya memberanikan diri membuka PAUD di rumah yang dipinjamkan warga. Setahun kemudian, lembaga PAUD itu berkembang menjadi MI dan MD dengan meminjam kolong rumah panggung warga yang tidak digunakan. Kini, berkat kesabaran dan kegigihannya, sekolahnya telah memiliki lahan dan beberapa gedung bantuan berbagai pihak. Kehadiran PT. Pertamina EP cukup memberikan “nafas” baru dalam melanjutkan pendidikan gratis yang dikelolanya.

Dari tiga narasumber yang tampil dalam talkshow yang dipandu oleh mantan Presenter TV Nasional, Ratna Dumila, tersebut, Presdir PT. Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, mengaku sangat terinspirasi dengan perjuangan Bidan Suraidah yang mau keluar dari zona nyaman dan berani melakukan pekerjaan-pekerjaan luar biasa untuk membantu sesamanya. Hal tersebut, menurutnya, dapat menjadi inspirasi jajarannya untuk berani keluar dari zona nyaman dan melakukan hal-hal luar biasa guna mengejar target lifting migas yang sampai saat ini belum berhasil dicapai. Nanang sendiri berjanji akan segera mengunjungi Nunukan dan Sekolah Tapal Batas dalam waktu dekat.

Dipost Oleh Harman

Menulis untuk mengabadikan diri...

Post Terkait

Tinggalkan Komentar