Dari Generasi Milenial Hingga Era Industri 4.0

Dari Generasi Milenial Hingga Era Industri 4.0

Apa yang terbayang di benak anda ketika mendengar istilah Generai Milenial dan Era Industri 4.0? Kedua istilah ini menjadi familiar bagi siapapun yang bersentuhan dengan social media dewasa ini. Para pemimpin, mulai di tingkat nasional hingga daerah dan desa, juga sering menyebut istilah ini. Entah untuk keren-kerenan atau bertujuan untuk memotivasi? Hanya mereka dan Tuhan yang tahu.

GENERASI MILENIAL

Generasi Milenial atau juga biasa disebut dengan Generasi Y (Gen Y) merupakan kelompok demografi setelah generasi X (Gen X). Generasi X sendiri merupakan kelompok demografi yang lahir di era 1965 sampai dengan 1980an. Era kelahiran kelompok Gen X ini ditandai dengan era gejolak perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat sebagai poros utama. Di Indonesia, era keemasan generasi ini dikenal dengan era Orde Baru. Penggunaan awal PC, video games, tv kabel dan internet secara terbatas, boleh dikatakan dimulai di era generasi ini.

Istilah Generasi Y sendiri mulai digunakan oleh editorial koran besar Amerika Serikat pada Agustus 1980. Sebagaimana dikutip dari laman https://id.m.wikipedia.org, generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1980-an sampai tahun 2000. Generasi ini lahir di era di mana dunia modern dengan teknologi canggihnya diperkenalkan ke public. Era generasi ini ditandai dengan keakraban dan penggunaan secara massif teknologi komunikasi instans seperti email, sms, instant messaging dan media social seperti  FB, line path, Instagram, WA dan twitter.

Berbekal penguasaan teknologi informasi yang maju, generasi milienial cukup jeli melihat dan menangkap peluang-peluang yang ada. Di era mereka, bisnis rintisan (startup) mulai berkembang pesat. Tidak sedikit startup itu kemudian berkembang menjadi unicorn dengan nilai kapitalisasi melebihi $1 miliar. Termasuk startup kelas unicorn di Indonesia antara lain : Bukalapak, Tokopedia, Traveloka dan Gojek.

Meski hidupnya tampak selalu bersenang-senang, ternyata generasi Y tidak hanya bertumpu pada pemenuhan kebutuhan materi. Sebagian dari mereka juga cukup peduli dengan nilai-nilai persamaan, demokrasi dan HAM. Generasi Milenial di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara misalnya bahkan cukup melek politik. Ada yang membentuk partai politik atau bergabung di partai politik yang ada.

ERA INDUSTRI 4.0

Industri 4.0 adalah tren otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur. Termasuk dalam sistem ini : cyber-physical, internet of things (IoT), komputasi awan (cloud), dan komputasi kognitif. Beberapa teknologi utama yang mendukung implementasi industri 4.0 adalah artificial intelligence (intelegensi buatan), human machine interface, IoT, robot, big data, digital economy, rekayasa genetic, dan teknologi 3D(https://www.wartaekonomi.co.id/read235191/tantangan-dan-masa-depan-indonesia-dalam-era-industri-40.html).

Era Industri 4.0 berdampak pada minimnya penggunaan tenaga manusia karena digantikan mesin dan robot. Menteri Bappenas RI, Bambang P.S Brodjonegoro, memperkirakan Indonesia akan kehilangan 50 juta peluang kerja akibat Industri 4.0. Secara global, McKinsey Global Institute pada tahun 2017 mencatat sebanyak 400 s.d 800 juta penduduk dunia harus mencari pekerjaan baru karena digantikan mesin. (www.maxmanroe.com).

Disamping tantangan tersebut, beberapa peluang profesi juga terbuka luas. Terutama di bidang IT, sebut saja : Aplikasi Developer, Web Developer, Content Creator, Content Writer dan Copywriter, Sepesialis Media Sosial, Manajer Pemasaran Digital (https://idntimes.com)

Wujud konkrit dari industry 4.0 ini dapat ditemukan pada pelabuhan-pelabuhan internasional. Perpindahan container dari dan ke kapal pengangkut logistic menggunakan teknologi crane yang dioperasikan secara otomatis oleh computer. Demikian pula perpindahan container dari pelabuhan ke mobil pengangkut container juga dilakukan dengan menggunakan crane yang digerakkan oleh computer. Crane seolah menjadi robot besar yang mampu mengangkut kontainer-kontainer raksasa dengan kecepatan dan keakuratan yang tinggi.

Perakitan mobil yang tadinya padat karya juga semakin efisien dengan menggunakan teknologi robot. Selain lebih cepat, akurasinya juga lebih tinggi. Ribuan komponen mobil misalnya, dirakit dengan presisi yang tinggi dengan penghematan waktu yang signifikan.

Pada bidang konstruksi, penggunaan tenaga robot juga sudah mulai diperkenalkan. Pemasangan bata untuk konstruksi bangunan, juga sudah mulai diambil alih oleh robot. Robot mampu melakukan pekerjaan lebih cepat dengan kualitas yang lebih baik.

Di sector pertanian, negara-negara maju tidak lagi menggunakan tenaga manusia pada saat menanam benih maupun memanen hasil pertanian. Semuanya dilakukan oleh teknologi robot yang digerakkan oleh computer. Inilah yang disebut dengan Internet of Things (IoT) atau internet untuk segala. (www.medium.com : A Few Real Example of Industry 4.0)

KESIMPULAN

Titik temu dari Generasi Milenial dan Industri 4.0 ada pada penggunaan teknologi informasi yang menonjol, khususnya teknologi computer dan internet (IoT). Generasi milenial merujuk pada SDM yang melek teknologi informasi sedangkan industry 4.0 merujuk pada teknologi itu sendiri.

Dipost Oleh Harman

Menulis untuk mengabadikan diri...

Post Terkait

Tinggalkan Komentar