NEGERI DI BAWAH BAYU BER-IKON 1001 TUGU

NEGERI DI BAWAH BAYU BER-IKON 1001 TUGU

Ikan Todak salah satu ikon di Kota Kinabalu Sabah

Sabah merupakan salah satu dari 13 negara bagian di Malaysia, dan merupakan negara bagian kedua terbesar setelah Sarawak. Sabah berada di pesisir laut Cina Selatan dengan ibukota Kota Kinabalu. Zaman dahulu, orang Inggris menyebut Kota Kinabalu dengan sebutan Jesselton. Nama Jesselton sampai sekarang masih diadopsi sebagai nama tempat maupun nama beberapa perusahaan di daerah ini.

Posisi Sabah terletak pesisir laut Cina Selatan dan umumnya berada di area ketinggian. Bahkan sebagian besar bagian barat wilayahnya merupakan jajaran pebukitan dan pegunungan. Di bagian inilah letaknya Gunung Kinabalu, gunung tertinggi di Asia Tenggara. Karena posisinya tersebut,  Sabah juga digelar dengan sebutan negeri di bawah bayu (angin).

Karena posisi dan karakteristik wilayahnya tersebut, Sabah menjadi wilayah pertanian yang subur. Pertanian menjadi penunjang penting dari agro wisata yang menjadi unggulan utama negera bagian ini. Produk unggulan pertanian (agri) masing-masing daerah dengan mudah dapat dikenali dari tugu-tugu yang ada di setiap wilayah. Tugu-tugu tersebut juga menjadi ikon yang memudahkan setiap orang untuk mengingat dan mengidentifikasi sekaligus membedakan produk unggulan setiap daerah. Mungkin tidak terlalu berlebihan jika Sabah dibranding sebagai negeri 1001 tugu.

Keningau misalnya memiliki tugu sapi untuk mengingatkan betapa besarnya populasi  ternak di daerah tersebut. Sangking besarnya populasi ternak sapi di wilayah ini, hampir setiap jalan desa dengan mudah ditemukan tumpukan kotoran sapi di atasnya. Sapi pun dilepas berkeliaran sedemikian rupa di jalan raya dan sekitarnya. Oleh sebab itu, ketika berkendara di wilayah ini, anda disarankan untuk berhati-hati.

Ranau dilengkap monumen ikan tagal. Di daerah ini terdapat sungai di mana pengunjung dapat menikmati pijatan ikan (fish massage) sungai dari berbagai jenis. Ikan ini leluasa berkembang tanpa diganggu oleh penduduk dan pengunjung dengan sedikit bumbu mitos. Tagal sendiri berarti ikan yang tidak boleh ditangkap. Dengan memberi sedikit makanan, ikan-ikan yang ada di sungai akan berkumpul di sekitar anda dan menggigit lembut kaki atau tangan setiap pengunjung.

Kundasan dikenali dari ikon tugu sayur dan sapinya. Di wilayah ini anda dapat mengunjungi peternakan sapi perah terkenal. Peternakan sapi yang berada di atas puncak gunung yang hampir setiap waktu diselimuti kabut tersebut dibuat sedemikian rupa menyerupai peternakan yang ada di Selandia Baru (New Zealand). Ribuan pengunjung memadati tempat ini setiap akhir pekan, dan ratusan pada hari-hari biasa. Selain menikmati pemandangan pegunungan berikut sapinya, berbagai produk makanan dan minuman berbahan baku susu sapi menjadi pelengkap sensasi berkunjung ke destinasi wisata ini. Di sepanjang jalan menuju lokasi peternakan, anda juga dapat menikmati hamparan kebun berisi aneka sayur organik.

Sampai saat ini, dunia luar mengenali Tawau sebagai penghasil utama komoditas kakao di Malaysia. Pada hal secara lahiriah, semakin sulit menemukan perkebunan kakao setelah industri kelapa sawit mulai dikembangkan wilayah yang berbatasan dengan Indonesia itu. Namun untuk mengenang kejayaan kakao dan mempelajari seluk beluk pengembangan kakao di Tawau, Teck Guan, perusahaan yang dipercayai mengembangkan komoditas ini pertama kalinya di Sabah membuat Teck Guan Cocoa Village dan dan mendirikan Teck Guan Cocoa Museum. Di tempat ini, proses pengembangan, pemrosesan hingga sajian produk akhir kakao dapat disaksikan dan sekaligus dinikmati. Untuk menunjang keberadaan kedua tempat bersejarah bagi pengembangan kakao tersebut, para pengunjung akan disambut dengan tugu berbentuk buah kakao yang dikupas sehingga kelihatan isinya di pintu masuk Teck Guan Cocoa Village.

Kota Kinabalu sebagai ibu kota negara bagian Sabah pula terkenal dengan makanan lautnya (seafood). Di sepanjang jalan Tun Stephen yang merupakan pusat kota, berjejer penjual aneka makanan laut. Salah satu pusat penjualan jajanan laut yang terkenal adalah pasar malam filipina (Sinsuran Night Market). Di sini, ratusan lapak penjual makanan laut berjejer setiap sore hingga tengah malam menjajakan berbagai jenis makanan laut dengan harga yang terjangkau. Jika anda ingin membawa pulang oleh-oleh ikan kering, di samping pasar malam juga terpusat penjual ikan berbagai jenis yang telah dikeringkan. Pasar ikan ini sendiri dibuka dari pagi. Tidak heran, di tengah pusat Kota Kinabalu, terdapat tugu ikan todak.

Di sepanjang jalan utama dari Tawau hingga Kota Kinabalu, tugu-tugu lain juga siap menyambut anda. Tambunan dengan tugu halianya, Tenom dengan tugu kopinya, Tamparuli dengan tugu buah nenas dan beberapa ikon lain yang menggambarkan potensi dan unggulan daerah masing-masing. Kesemua ikon itu menjadi penanda komoditas utama setiap wilayah.

Melihat ikon-ikon tersebut, saya harus menakui betapa sistematisnya upaya branding wilayah Sabah. Tidak heran, Sabah menjadi destinasi wisata favorit berbagai bangsa di dunia.

Bagaimana pula dengan Propinsi Kaltara dan khususnya Kabupaten Nunukan? Sudah adakah strategi Branding untuk menjual potensi dan unggulan daerah? Ataukah masyarakat Nunukan harus berlibur ke destinasi wisata daerah atau negara lain untuk pada saat hari-hari liburan.

Dipost Oleh Harman

Menulis untuk mengabadikan diri...

Post Terkait

Tinggalkan Komentar